Manado (ANTARA) - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia membantu mengevakuasi lima korban bencana banjir bandang di beberapa kampung/kelurahan yang ada di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro menggunakan KN Singa Laut menuju Kota Manado untuk perawatan medis.
"Pengerahan KN Singa Laut ke wilayah terdampak bencana banjir bandang di Pulau Siau adalah bagian tugas kami dalam menjalankan misi kemanusiaan," ujar Kepala Markas Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya di Manado, Jumat.
Sebelum kembali ke Pangkalan Bakamla RI Zona Tengah, kata dia, KN Singa Laut juga telah membantu mendistribusikan bantuan logistik, peralatan serta personel ke Pulau Siau pada Kamis (8/1).
Kelima korban yang dievakuasi menggunakan KN Singa Laut untuk mendapatkan perawatan medis di Manado yaitu Tekli Serang, laki-laki 45 tahun), warga Batusenggo (rujukan RSUD Sawang dan didiagnosis, dicurigai patah tulang pada tungkai bawah kanan dan kiri, luka lecet lebih dari satu, hipertensi).
Baca juga: BPBD Kota Banjarbaru catat 2.842 warga terdampak banjir
Korban berikutnya, Suyatna Lohonauman, perempuan 40 tahun, warga Batusenggo (rujukan RSUD Sawang, didiagnosis, dicurigai mengalami patah tulang panggul, cedera pada dada akibat benturan benda tumpul, luka lecet (lebih dari satu).
Berikutnya, Ruth Dalawo, warga Bumbiha, 69 tahun (rujukan RSUD Sawang, didiagnosa mengalami patah tulang ruas paling atas jari keempat (jari manis) tangan kanan, hipertensi dan diabetes melitus tipe II.
Korban keempat, Fatmawati Kamurahang, perempuan 54 tahun, warga Bahu, rujukan dari Puskesmas Ulu Siau, didiagnosa luka pada daerah kaki kiri yang mengalami infeksi sekunder dan direncanakan untuk tindakan pembersihan jaringan luka.
Terakhir, Yosario Sangkili, perempuan tiga tahun yang mengikuti omanya Fatmawati Kamurahang, didiagnosa luka lecet lebih dari satu.
Baca juga: Pusdalops catat korban bencana alam di Sumut bertambah jadi 374 orang
Kepala Dinas Kesehatan Sitaro, Alva Mangundap, mengatakan lima pasien rujukan tersebut dirujuk menggunakan KN Singa Laut 402 milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Zona Tengah.
"Sebenarnya ada empat pasien, hanya saja yang satu pendampingan pasien anak 4 tahun," kata Mangundap.
Para pasien rujukan ini, menurut Mangundap semuanya korban yang selamat dari bencana banjir bandang dengan kategori sakit cukup berat karena ada yang patah tulang, sehingga perlu dilakukan rujukan ke RSUD Prof Kandou.
"Pasien ini berasal dari tiga wilayah terdampak bencana yang berbeda, yakni dari Kecamatan Sibar, Kecamatan Sibarsel dan Kecamatan Siau Timur yakni Kelurahan Bahu," jelas dia.
Baca juga: Pusdalops catat korban bencana alam di Sumut bertambah jadi 374 orang
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































