Anak-anak penyintas bencana ceria bermain di sekitar huntara Agam

5 days ago 8
Lingkungan huntara juga aman untuk anak-anak bermain

Lubuk Basung (ANTARA) - Anak-anak penyintas di hunian sementara SDN 05 Kayu Pasak, Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengisi waktu habis pulang sekolah dengan bermain di sekitar hunian sementara (huntara), bangunan yang terbuat dari Glassfiber Reinforced Concrete (GRC) itu.

Mereka terlihat ceria dengan bermain berlarian, main ayunan, seluncuran, jungkitan, dan main boneka, seolah lupa dengan duka yang mereka alami.

"Iya pak. Kita hanya bisa bermain di sekitar hunian sementara ini. Kami berharap rumah tetap (hunian tetap) cepat selesai selesai," kata salah seorang anak penyintas, Ayu (10), siswi kelas IV SDN 05 Kayu Pasak, Palembayan, Jumat.

Dia bersama anak lainnya hanya bisa bermain di sekitar deretan huntara yang baru ditempati sejak Sabtu (24/1) lalu.

Selain ramai, mereka juga merasa aman karena masih banyak aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah, yang memberikan bantuan ke pada mereka.

Baca juga: Penyintas bencana mulai tempati huntara di Kayu Pasak Palembayan Agam

Meskipun asik bermain, namun anak para penyintas ini juga masih teringat rumah mereka yang hilang dihantam banjir bandang pada 27 November 2025 lalu.

"Masih teringat pak. Sedih rasanya, tapi mau gimana lagi pak. Ini lumayan pak, tinggal sekarang di huntara daripada dua bulan ini di ruang kelas sekolah," kata Ayu.

Anak penyintas lainnya, Bulan (7), kelas II SDN 05 Kayu Pasak, mengatakan dia bersama temannya memilih bermain di dekat rumah Yahfidz Quran'Aisyiyah Kayu Pasak yang berada di sekitar huntara.

"Di sini ada seluncurannya, ayunan, jungkitan, dan lainnya. Sepulang sekolah kami langsung main ke sini," katanya.

Salah seorang orang tua penyintas Suharmes (45) mengatakan satu pekan menempati huntara anak-anak sudah mulai terbiasa. "Mereka juga terlihat ceria bermain bersama seusianya," kata dia.

Baca juga: PT HK percepat galian pipa air bersih menuju huntara Kayu Pasak Agam

Suharmes menyebutkan sebagai orang tua mereka hanya ingin anak-anak sehat dan bisa menjalani pendidikan dengan baik, meskipun masih meninggal duka atas bencana yang mereka alami.

"Apapun kondisinya kita tetap bersyukur. Alhamdulilah," kata bapak tiga orang anak itu.

Sementara itu Kepala Jorong atau Kepala Dusun Kayu Pasak Nofril Harman mengatakan satu minggu di huntara, kondisi anak-anak tidak ada masalah dan sehat-sehat.

Petugas kesehatan juga rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan ke huntara.

"Lingkungan huntara juga aman untuk anak-anak bermain," katanya.

Dari data, kata dia, ada 28 anak-anak yang tinggal di hunian sementara itu.

Baca juga: BNPB bantu peralatan bagi korban bencana di huntara Agam

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |