Ajakan nonton film jadi umpan penipuan daring di Medan

2 weeks ago 8
Praktik penipuan daring itu dengan modus korban diminta mengerjakan tugas atau misi berupa menonton cuplikan film dengan iming-iming akan mendapatkan keuntungan atau bonus

Medan (ANTARA) - Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara membongkar penipuan daring dengan modus mengajak korban menonton cuplikan film dan menjanjikan imbalan hingga puluhan juta rupiah.

"Praktik penipuan daring itu dengan modus korban diminta mengerjakan tugas atau misi berupa menonton cuplikan film dengan iming-iming akan mendapatkan keuntungan atau bonus,” ujar Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Pol Bayu Wicaksono di Markas Polda Sumut, Medan, Kamis.

Bayu mengatakan penipuan tersebut dilakukan tersangka berinisial CMA dan MM yang ditangkap di sebuah rumah kos di Jalan Luku, Kecamatan Medan Johor, Medan, pada 19 Agustus 2026.

Selain CMA dan MM, penyidik menetapkan tersangka lain berinisial BA yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Siber Polda Sulsel bekuk pelaku penipuan daring di Parepare

Bayu menjelaskan modus penipuan diawali dengan pembuatan iklan di media sosial. CMA berperan membuat iklan berbayar melalui Facebook dan Instagram menggunakan Meta Ads.

"Iklan itu menawarkan program berlangganan atau misi menonton film dengan biaya tertentu dan menjanjikan keuntungan bagi para peserta," katanya.

Korban yang mengklik iklan tersebut kemudian diarahkan secara otomatis ke grup Telegram yang telah disiapkan para pelaku. Di dalam grup, korban diarahkan mengerjakan tugas dan melakukan deposit.

"Semakin banyak tugas yang diselesaikan, korban diyakinkan bahwa bonus yang diperoleh juga semakin besar," katanya.

Namun, ketika korban berupaya menarik saldo bonus yang dijanjikan, uang tersebut tidak dapat dicairkan. Pelaku kemudian meminta korban kembali mentransfer sejumlah uang dengan alasan saldo harus ditambah agar seluruh keuntungan dapat ditarik.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengidentifikasi sejumlah korban. NF, warga Kabupaten Pidie, Aceh, mengalami kerugian Rp15,25 juta.

Korban lainnya, ASS dari Kalimantan Timur, mengalami kerugian Rp2,27 juta, sedangkan A yang berdomisili di Jawa Timur mengalami kerugian Rp2,27 juta.

Atas dugaan perbuatannya, CMA dan MM telah ditahan dan dijerat Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |