101 tahun Asrul Sani, Perpusnas dorong adaptasi karya klasik

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mendorong adaptasi karya-karya klasik agar lebih relevan dengan generasi masa kini pada pembukaan pameran "Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani" dalam rangka memperingati 101 tahun Asrul Sani di Jakarta, Selasa.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengemukakan, Perpusnas berperan untuk terus berupaya memperkaya ragam bacaan termasuk melalui pengembangan dan penyebarluasan karya-karya sastra yang sesuai dengan minat para pembaca sehingga dapat meningkatkan kualitas literasinya.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong penulisan ulang dan adaptasi karya-karya sastra klasik agar lebih dekat dengan generasi masa kini. Selain itu, sejumlah karya juga dialihwahanakan ke berbagai format, seperti komik dan cerita digital," katanya.

Perpusnas mencatat memiliki sedikitnya 80 koleksi sastrawan besar Indonesia tersebut. Aminudin mengatakan, peringatan 101 tahun sastrawan Asrul Sani merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dalam hal ini, Perpusnas menghadirkan kembali warisan pemikiran dan karya sastra bangsa kepada masyarakat.

"Perpusnas memiliki karya-karya Asrul Sani. Dalam catatan saya, yang bisa kita temukan sementara ini terdeteksi ada 80 judul, yang terdiri dari 31 judul monograf, 16 majalah, tiga koleksi surat kabar, tiga koleksi foto, dan 27 koleksi audio," ujar dia.

Kepala Perpusnas juga menyampaikan, peringatan 101 tahun Asrul Sani bukan sekadar bentuk partisipasi dalam sebuah kegiatan, melainkan bagian dari menjalankan mandat Perpusnas dalam mengembangkan literasi masyarakat.

"Perpusnas mengemban misi untuk bersama-sama dengan kementerian/lembaga dan masyarakat untuk mengampu masalah yang terkait dengan literasi. Ketika kita bicara tentang literasi, ini adalah bicara tentang pengembangan kemampuan berpikir kritis," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta mengatakan, Asrul Sani merupakan seorang maestro yang banyak sekali memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan sastra perfilman dan pemikiran kebudayaan Indonesia.

"Asrul Sani sosok yang tidak hanya menghasilkan karya-karya tetapi juga membentuk arah perkembangan kebudayaan nasional. Dalam bidang perfilman, karyanya menjadi tonggak sejarah sinema nasional," katanya.

Baca juga: Penyelamatan naskah Nusantara Indonesia tingkatkan kecakapan literasi

Sejumlah skenario film yang ditulis Asrul Sani, lanjut Bambang, berhasil menjadikan film sebagai ruang refleksi moral dan sosial. Salah satu karyanya, film 'Naga Bonar' yang dinilai berhasil menghadirkan kisah perjuangan bangsa dengan pendekatan humanis, humoris, dan dekat dengan masyarakat.

"Melalui karya-karyanya, beliau menunjukkan bahwa film Indonesia dapat berakar kuat pada identitas bangsa sekaligus memiliki kualitas artistik yang sangat tinggi," tuturnya.

Bambang menegaskan, semangat intelektualitas dan keyakinan Asrul Sani menjadi bukti bahwa kebudayaan merupakan fondasi peradaban bangsa dan inspirasi penting bagi generasi muda.

Sedangkan istri Asrul Sani, Mutiara Sani Sarumpaet mengemukakan, sosok Asrul Sani bukan hanya seorang sastrawan, budayawan sineas dan pemikir bangsa, melainkan juga seorang suami, sahabat sekaligus guru kehidupan.

"Seabad setahun ini bukan sekadar peringatan angka, melainkan ajakan untuk membaca, memahami, dan menghidupkan kembali semangat yang diwariskan, yakni semangat berpikir kritis, keberanian berkarya serta komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan kebangsaan," ujar dia.

Pameran "Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani" berlangsung hingga 17 Juni 2026 di ruang pameran lantai 4 Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Perpusnas. Pameran menampilkan berbagai arsip, dokumentasi, karya, pemikiran, dan perjalanan hidup Asrul Sani sebagai sastrawan, budayawan, sineas, politikus, dan pendidik.

Baca juga: Respons keluhan terkait iPusnas, Perpusnas lakukan pemulihan bertahap

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |